Lagi-lagi PERSIJA di rugikan oleh wasit.

Pertandingan antara persik vs PERSIJA yang seharusnya berjalan menarik,harus ternoda dengan wasit Fiator Ambarita.Berawal dari babak pertama seorang Abanda yang buat pelanggaran ringan mendapat kartu kuning,begitu juga dengan Fahrudin Mustafic yang pelanggaranya di hadiahkan kartu kuning oleh wasit Fiator Ambarita,beberapa kali pemain persik mencoba jatuhkan diri di luar kotak pinalti tanpa terganggu dgn pemain PERSIJA wasit justru memberikan sebuah pelanggaran tendangan bebas pada persik.Sebaliknya,pada saat Aliyudin menerima bola sambil berlari di dalam kotak pinalti yg di dorong jelas oleh ok john wasit tidak berikan pinalti.Beruntung di menit 39 Aliyudin berhasil cetak GOL yg di umpan oleh M.Ilham,kedudukan imbang 1-1 di babak pertama.
Memasuki babak kedua,serangan sili berganti,lagi2 pemain persik menjatuhkan diri di daerah permainan PERSIJA sehingga BEPE seorang kapten tim punya hak bicara dgn wasit justru sebaliknya BEPE malah di berikan kartu kuning tanpa alasan yang jelas.Keputusan kontroversial kembali datang dari wasit Fiator Ambarita ketika seorang Mahyadi Pangabean melakukan tusukan dari sebelah kiri permainan PERSIJA di luar kotak pinalti,Baihaki Khaizan mencoba mentekel Mahyadi tetapi tidak kena kemudian Mahyadi berlari ketika memasuki kotak pinalti dan menjatuhkan diri wasit Fiator Ambarita memberikan keputusan pinalti untuk persik.Sungguh keputusan yang tidak masuk akal ,lagi2 PERSIJA harusb di rugikan oleh wasit Fiator Ambarita dan persik kediri adalah seorang perampok poin PERSIJA.
Kepemimpinan wasit Faitor Ambarita jelas2 merugikan PERSIJA,THE JAK MANIA dan warga ibu kota,ironisnya ketika kepengurusan PSSI yang sedang gawat di mana kursi kepemimpinan Nurdin H. yang berada di ujung tanduk melalui sebuah Kongres Sepakbola Nasional (KSN),Di tambah dengan buruknya kepemimpinan wasit yang menyebabkan citra buruk bagi kepengurusan PSSI dan Nurdin H.,sekarang sudah saatnya,melalui KSN Nurdin H. mundur dari kursi kepemimpinanya ,yang berhak menggantikan nya adalah Sutiyoso (BANG YOS),agar mafia wasit di indonesia bisa di berantas smpai dgn akar-akarnya.
Demikian juga dengan Fiator Ambarita sudah tidak pantas memimpin pertandingan LSI lebik baik memimpin pertandingan TARKAM,kemengan persik di kandangnya sudah tidak aneh lagi bagi2 rekan2 JAKMANIA apa lagi di tambah kembalinya Iwan Budianto ke persik untulk membantu persik keluar dari zona degladrasi,kita tahu bagaimana seoarang Iwan Budianto yang pandai melobi wasit.Sekali lagi inilah citra buruk bagi PSSI dan PERWASITAN INDONESIA.Kami THE JAK MANIA SRENGSENG RAYA mengucapkan "INALILLAHI WA INALILLAHI ROJIUN" TURUT BERDUKA CITA DAN BERBELA SUNGKAWA TELAH MATINYA SEPAKBOLA INDONESIA DAN PERWASITAN INDONESIA.
(Alwi Khadafi Jak Mania Srengseng Raya)

0 komentar:
Posting Komentar